VIRAL! Aksi Boti Mengancam di Lamandau
Nanga Bulik, Laman Bicara - Sebuah peristiwa pelecehan seksual kembali mengguncang Kabupaten Lamandau, Kalimantan Tengah. Kali ini, aksi yang diduga dilakukan oleh oknum dengan kecenderungan boti terjadi di Nanga Bulik pada 27 Juni 2026 malam. Kejadian ini memicu kecemasan warga, terutama para pengguna jalan.
Kronologi Kejadian
Informasi dari korban mengungkapkan kronologi yang meresahkan. Saat korban berjalan di pinggir jalan, seorang pengendara motor Honda Vario merah tiba-tiba mendekat dan memperhatikan dengan sikap mencurigakan.
Pelaku kemudian membuka percakapan dengan nada tidak senonoh. Dalam percakapan itu, pelaku melontarkan pertanyaan bernada ancaman dan rayuan kepada korban.
Pelaku berkata, "Mau nggak ku jilat itu nya," seperti dikutip dari kesaksian korban. Korban yang merasa terancam berusaha menolak dengan tegas, mengatakan, "gak boleh mas."
Namun, pelaku terus mendesak dan mengulangi pertanyaan yang sama, "jadi mau nggak mas." Korban tetap pada penolakannya.
Data Kasus Pelecehan di Lamandau
Peristiwa ini menambah deretan panjang kasus pelecehan seksual di Lamandau. Data dari Kepolisian Resor Lamandau mencatat, dari Januari hingga Mei 2026, sudah ada 9 laporan kasus pelecehan seksual. Angka ini meningkat sekitar 4 perkara dibandingkan tahun lalu.
Kapolres Lamandau, AKBP Joko Handono, menegaskan komitmennya mengusut tuntas semua perkara kekerasan seksual. Pihak kepolisian juga mengimbau masyarakat untuk tidak takut melapor jika mengalami atau menyaksikan tindak pelecehan seksual.
Imbauan untuk Warga
Warga diimbau tetap waspada, terutama saat berada di jalan sepi. Segera melapor ke pihak berwajib jika melihat ciri-ciri pelaku yang kerap beraksi di area publik.
Fenomena boti yang dikaitkan dengan penyimpangan seksual menjadi perhatian serius di Kalimantan Tengah. Kasus ini mengingatkan bahwa ruang publik harus bebas dari segala bentuk pelecehan dan intimidasi seksual.
💬 joko
ih ngerri kali
↳ Bang Nor #Balasan
Ngeri-ngeri sedaaapppp....