BBM Masuk Puluhan Ribu Liter per Hari, Lalu Kenapa Lamandau Masih Kelangkaan?

LAMANDAU, LAMAN BICARA - Di tengah keluhan masyarakat soal sulitnya mendapatkan BBM, angka distribusi ke sejumlah SPBU di Kabupaten Lamandau menunjukkan pasokan tetap berjalan. Salah satu SPBU bahkan menerima sekitar 18 ribu liter Pertalite per hari, sementara distribusi Pertamax dan Dexlite masing-masing berada di kisaran 8 ribu liter per hari.

Kalau pasokan masuk setiap hari, pertanyaannya kemudian sederhana: BBM tersebut habis ke mana? Sebab di lapangan, masyarakat masih mengeluhkan sulitnya mendapatkan BBM, terutama ketika pasokan di SPBU menipis dan harga di tingkat pengecer melonjak.

Pasokan Ada, Tapi Kelangkaan Terjadi

Masalahnya mungkin bukan sekadar soal "BBM ada atau tidak ada", tetapi bagaimana BBM itu bergerak setelah tiba di SPBU. Apakah seluruhnya terserap konsumen yang memang membutuhkan? Apakah ada pembelian berulang dalam jumlah besar? Bagaimana pengawasan kendaraan yang mengisi BBM berkali-kali? Dan yang tak kalah penting, apakah distribusi sampai ke tingkat pengecer berjalan sesuai aturan?

Sebelumnya, pihak SPBU di Lamandau menyatakan tidak ada pengurangan kuota Pertalite dan pengiriman tetap berjalan normal, bahkan disebut mencapai 18 ribu liter per hari. Di sisi lain, kelangkaan pada tingkat pengecer juga telah menjadi perhatian dan tengah dicari solusinya.

Siapa yang Harus Bertanggung Jawab?

Belum tepat menunjuk satu pihak. Jika pasokan memang masuk sesuai kuota tetapi masyarakat tetap kesulitan, maka yang perlu dibuka adalah rantai distribusinya dari SPBU sampai ke tangan konsumen. Pertamina, pengelola SPBU, pemerintah daerah, aparat pengawas, hingga konsumen memiliki bagian dalam memastikan BBM tidak disalahgunakan dan benar-benar sampai kepada yang berhak.

Karena kalau 18 ribu liter masuk setiap hari, tetapi warga tetap harus mencari bensin ke sana-kemari, masalahnya bukan lagi sekadar "BBM kurang". Pertanyaannya: ada di mana BBM itu setelah keluar dari tangki SPBU?