LAMAN BICARA, DELANG — Kebakaran hutan dan lahan (karhutla) kembali meninggalkan jejak kerusakan di Kabupaten Lamandau. Kali ini api menyentuh kawasan wisata alam Bukit Lubang Kilat di Desa Riam Tinggi, Kecamatan Delang, pada Senin malam, 19 Oktober 2026.

Api dilaporkan membakar vegetasi di bagian lereng bukit. Kawasan yang sebelumnya dipenuhi vegetasi hijau berubah menjadi area terbakar setelah api melalap sebagian lereng.

Upaya pemadaman telah dilakukan dan api dilaporkan berhasil dikendalikan. Namun, kebakaran tersebut menyisakan kekhawatiran terhadap kondisi lingkungan sekaligus keberlangsungan salah satu destinasi wisata alam di wilayah Delang.

Sebelum kejadian, Bukit Lubang Kilat diketahui telah ditutup sementara sebagai langkah antisipasi terhadap tingginya risiko kebakaran hutan dan lahan. Penutupan tersebut menunjukkan ancaman karhutla di kawasan itu sebelumnya memang telah menjadi perhatian.

Pengurus Kelompok Sadar Wisata (Pokdarwis) setempat menduga api merambat dari aktivitas pembakaran lahan di bagian bawah bukit. Meski demikian, informasi tersebut masih merupakan dugaan awal dan belum menjadi kesimpulan resmi hasil penyelidikan aparat berwenang.

Karena itu, penyebab pasti kebakaran masih perlu ditelusuri lebih lanjut. Termasuk apakah kebakaran terjadi akibat aktivitas manusia, kelalaian, atau faktor lainnya.

Kebakaran Bukit Lubang Kilat menjadi perhatian karena dampaknya tidak hanya berkaitan dengan luas lahan yang terbakar. Kerusakan vegetasi juga berpotensi memengaruhi daya tarik kawasan wisata serta aktivitas ekonomi masyarakat yang menggantungkan penghasilan dari kunjungan wisatawan.

Hingga kini, belum diumumkan secara resmi berapa luas kawasan Bukit Lubang Kilat yang terdampak. Kondisi fasilitas wisata setelah kebakaran dan estimasi kerugian juga belum diketahui.

Pemeriksaan lapangan diperlukan untuk memastikan tingkat kerusakan sekaligus menentukan langkah pemulihan kawasan sebelum destinasi tersebut kembali dibuka.

Di tengah rangkaian karhutla yang melanda sejumlah wilayah Lamandau, terbakarnya Bukit Lubang Kilat menjadi pengingat bahwa dampak kebakaran tidak berhenti pada kabut asap. Api juga dapat mengancam kawasan hutan, perkebunan, permukiman hingga aset wisata yang selama ini menjadi bagian dari potensi ekonomi daerah.

Publik kini menunggu hasil penelusuran mengenai sumber api, luas akhir kawasan terdampak serta langkah pemulihan terhadap Bukit Lubang Kilat setelah kebakaran.