LAMAN BICARA, NANGA BULIK — Kabupaten Lamandau diprakirakan berpotensi mengalami hujan dengan intensitas sedang hingga lebat pada periode 24 hingga 27 Oktober 2026. Hujan tersebut juga berpeluang disertai petir atau kilat serta angin kencang.
Berdasarkan pembaruan prospek cuaca Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) Kalimantan Tengah pada 21 Oktober 2026 pukul 09.30 WIB, Lamandau termasuk wilayah yang perlu mewaspadai peningkatan potensi cuaca tersebut. Sementara itu, untuk periode 21 hingga 23 Oktober 2026, Lamandau belum tercantum sebagai wilayah dengan potensi hujan sedang hingga lebat.
Potensi hujan ini menjadi perhatian karena sejumlah wilayah Lamandau masih menghadapi persoalan kebakaran hutan dan lahan, disertai kabut atau udara kabur. Data prakiraan BMKG pada 21 hingga 22 Oktober juga masih menunjukkan kondisi kabut/asap maupun udara kabur pada beberapa waktu. Hujan berpotensi meningkatkan kelembapan permukaan tanah dan membasahi kawasan yang sebelumnya kering, tetapi hujan lokal belum dapat dianggap sebagai tanda bahwa ancaman karhutla sepenuhnya berakhir.
Terlebih, prediksi curah hujan dasarian BMKG yang diperbarui pada 19 Oktober 2026 menunjukkan bahwa pada Dasarian III Oktober, sebagian besar wilayah Kalimantan Tengah masih berada pada kategori curah hujan rendah. Kategori menengah diprakirakan terjadi di antaranya di sebagian wilayah Lamandau bagian utara. Kondisi ini menunjukkan bahwa intensitas dan sebaran hujan dapat berbeda antara satu wilayah dengan wilayah lainnya, sehingga masyarakat tidak disarankan menganggap hujan akan turun merata di seluruh kecamatan maupun desa.
Peningkatan potensi hujan juga membawa risiko lain yang perlu diwaspadai, seperti petir, angin kencang, pohon atau dahan tumbang, genangan air, serta menurunnya jarak pandang saat berkendara. Kewaspadaan terutama diperlukan bagi masyarakat yang melakukan perjalanan melalui akses antardesa maupun ruas jalan yang rawan tergenang atau mengalami kerusakan ketika diguyur hujan.
Masyarakat diimbau terus mengikuti pembaruan prakiraan dan peringatan dini cuaca dari BMKG karena kondisi atmosfer dapat berubah. Perkembangan cuaca pada 24–27 Oktober juga penting dipantau untuk melihat seberapa luas hujan turun, pengaruhnya terhadap titik-titik kebakaran, serta kondisi kualitas udara setelah hujan.
Sumber: BMKG Stasiun Meteorologi Kelas I Tjilik Riwut Palangka Raya — Prospek Cuaca Kalimantan Tengah; Prediksi Curah Hujan Dasarian, pembaruan 19 Oktober 2026.