Godzilla El Nino Mengintai Lamandau
Bupati Lamandau, Rizky Aditya Putra, sudah mengeluarkan peringatan resmi kepada warga. Fenomena El Nino tahun ini diperkirakan membawa kemarau lebih panjang dan lebih kering dari biasanya.
BMKG memproyeksikan puncak kemarau akan terjadi antara Juli hingga September 2026. Kalimantan Tengah termasuk wilayah yang terdampak signifikan.
Reality Slap: Bukan Sekadar Prediksi
Ini bukan sekadar prediksi cuaca yang bisa diabaikan. El Nino tahun-tahun sebelumnya sudah membuktikan dampaknya bisa menjadi bencana besar.
Kabut asap berkepanjangan, gagal panen, krisis air bersih, dan gangguan kesehatan massal adalah ancaman nyata. Pertanyaannya bukan lagi apakah akan terjadi, tapi seberapa siap kita menghadapinya.
Apa Itu El Nino?
El Nino adalah fenomena pemanasan suhu permukaan laut di Samudra Pasifik. Fenomena ini mengganggu pola cuaca global, membuat musim kemarau di Indonesia, termasuk Kalteng, menjadi lebih panjang dan lebih kering dari kondisi normal.
Kenapa Berbahaya untuk Lamandau?
Wilayah dengan lahan gambut sangat rentan terbakar hingga ke lapisan bawah tanah saat kemarau panjang. Begitu terbakar, api gambut sangat sulit dipadamkan dan menghasilkan kabut asap tebal yang bisa bertahan berminggu-minggu.
Langkah Antisipasi yang Bisa Dilakukan Warga
Jangan membuka lahan dengan cara membakar. Ini penyebab utama karhutla, bukan semata faktor cuaca.
Simpan cadangan air bersih sejak dini, terutama untuk keperluan rumah tangga. Siapkan masker untuk antisipasi kualitas udara memburuk akibat asap.
Laporkan segera titik api kecil ke aparat desa atau BPBD sebelum membesar. Pantau informasi resmi BMKG, jangan mudah percaya hoaks soal cuaca.
Imbauan yang Terus Diulang
Jangan membuka lahan dengan cara membakar. Imbauan sederhana ini setiap tahun diulang, namun setiap tahun pula masih ada yang mengabaikannya hingga api sudah tak terkendali.
Lamandau punya modal besar: hutan yang masih relatif terjaga, dan kesadaran gotong royong warga yang kuat. Tapi modal itu hanya berguna jika benar-benar dipraktikkan sejak dini, bukan menunggu asap sudah mengepul baru sibuk bertindak.
Kesiapsiagaan bukan tugas pemerintah semata. Setiap keluarga, setiap kebun, setiap RT punya peran mencegah Lamandau jatuh ke krisis karhutla seperti yang pernah terjadi di berbagai daerah lain di Kalimantan.