NANGA BULIK, LAMAN BICARA — Angka-angka itu tidak bisa dibiarkan begitu saja. Kasus pelecehan seksual anak di Lamandau menunjukkan lonjakan drastis dalam lima bulan pertama tahun 2026. Polres Lamandau mencatat sudah ada 9 laporan, meningkat 50% dibandingkan tahun lalu. Pertanyaan besar pun muncul: ada apa dengan Lamandau?

Lonjakan Kasus Pelecehan Seksual Anak di Lamandau

Kapolres Lamandau, AKBP Joko Handono, mengungkapkan bahwa sepanjang Januari hingga Mei 2026, tercatat 9 laporan kasus pelecehan seksual terhadap anak. Angka ini melampaui total kasus tahun 2025 yang hanya 6 perkara.

"Tahun 2026 ini ada kenaikan sekitar 4 perkara jika dibandingkan tahun lalu. Dari Januari hingga bulan Mei ini saja sudah ada 9 laporan," ujar AKBP Joko Handono di ruang kerjanya, Senin (11/5).

Fenomena Gunung Es: Realita Tersembunyi

Yang membuat kondisi ini semakin mengkhawatirkan adalah pengakuan Kapolres sendiri. Ia menilai bahwa angka yang muncul ke permukaan hanyalah sebagian kecil dari realita di lapangan, atau fenomena gunung es.

Artinya, 9 laporan itu bukan gambaran utuh. Di bawahnya, bisa jadi ada lebih banyak kasus yang tidak pernah dilaporkan—karena stigma, rasa takut, atau ketidaktahuan ke mana harus mengadu.

Dampak pada Anak: Masa Depan Terancam

Korban rata-rata masih duduk di bangku SD, SMP, hingga SMA. Kapolres menyayangkan masa depan anak-anak yang terancam sirna akibat putus sekolah. Ini bukan sekadar kasus hukum, tetapi kehancuran generasi yang seharusnya menjadi aset daerah.

Setiap anak yang menjadi korban, bukan hanya kehilangan rasa aman—ia juga berisiko kehilangan akses pendidikan, kepercayaan diri, dan masa kecil yang tidak bisa dikembalikan oleh putusan hakim manapun.

Respons dan Pencegahan: Negara Harus Lebih dari Sekadar Bereaksi

Polres Lamandau menyatakan komitmen tegas. "Jika terjadi hal yang tidak diinginkan, segera hubungi Layanan 110. Kami akan segera merespons dan memberikan tindakan tegas secara cepat," tutup Kapolres.

Tapi merespons saja tidak cukup. Masalah ini menuntut langkah pencegahan serius: edukasi seksual yang benar di sekolah, penguatan peran keluarga, serta sistem pelaporan yang ramah dan aman bagi anak-anak. Selama instrumen itu absen, laporan akan terus berdatangan—dan angka gunung es itu akan terus tumbuh dalam diam.

Polres Lamandau meminta masyarakat memberikan perhatian khusus pada pergaulan buah hati mereka, dan tidak ragu melapor jika melihat atau mengalami tindakan mencurigakan.