Ribuan warga Yaman baru-baru ini turun ke jalan untuk menunjukkan dukungan penuh terhadap Iran. Aksi ini terjadi di tengah eskalasi ketegangan kawasan menyusul serangan Israel dan Amerika Serikat. Demonstrasi di ibu kota Sanaa menjadi bukti solidaritas yang kuat di antara kelompok-kelompok yang bersekutu.

Daftar Isi

Aksi Solidaritas di Sanaa

Massa berkumpul di Sanaa membawa poster bergambar mendiang Pemimpin Tertinggi Iran, Ayatollah Ali Khamenei. Mereka menggelar unjuk rasa menentang serangan yang dilakukan Israel dan Amerika Serikat terhadap Iran. Aksi ini berlangsung pada Minggu, 1 Maret 2026, di tengah situasi yang semakin memanas.

Para demonstran menyuarakan dukungan mereka dengan penuh semangat. Mereka menganggap dukungan terhadap Iran sebagai sebuah kewajiban agama dan politik. Unjuk rasa ini menjadi wujud nyata dari ikatan yang kuat antara kelompok Houthi dan negara pendukungnya.

Potret Demonstrasi

Foto-foto yang beredar menunjukkan lautan manusia memadati jalan-jalan di Sanaa. Mereka membawa spanduk dan poster dengan berbagai pesan dukungan. Suasana tampak khidmat namun penuh tekad untuk menunjukkan solidaritas.

Pernyataan Pemimpin Houthi

Pemimpin pemberontak Houthi, Abdul-Malik al-Houthi, menyampaikan pidato yang disiarkan televisi pada Sabtu sebelumnya. Dalam pidatonya, dia menyatakan bahwa kelompoknya "sepenuhnya siap menghadapi perkembangan apa pun". Pernyataan ini menegaskan kesiapan mereka menyikapi eskalasi konflik.

Al-Houthi menegaskan bahwa dukungan terhadap Iran merupakan bagian dari komitmen kelompoknya. Pasukan Houthi saat ini menguasai ibu kota Yaman serta sebagian besar wilayah barat laut negara tersebut. Posisi ini memberikan mereka pengaruh signifikan dalam dinamika regional.

Kesiapan Militer

Kelompok Houthi diketahui melanjutkan serangan rudal dan drone terhadap jalur pelayaran serta Israel. Serangan-serangan ini merupakan bentuk respons atas aksi Israel dan Amerika Serikat. Langkah ini sekaligus memperkuat posisi mereka sebagai sekutu Iran di kawasan.

Konteks Ketegangan Regional

Serangan Israel dan AS terhadap Iran terjadi pada Sabtu, 28 Februari 2026. Serangan tersebut menargetkan fasilitas sipil dan militer, termasuk kantor Pemimpin Tertinggi Iran. Insiden ini memicu gelombang reaksi dari berbagai pihak di Timur Tengah.

Ketegangan kawasan memang telah meningkat menyusul kabar pembunuhan pemimpin tertinggi Iran. Situasi ini membuat berbagai kelompok sekutu Iran bergerak menunjukkan dukungan. Demonstrasi di Yaman menjadi salah satu bentuk respons yang paling terlihat.

Dukungan warga Yaman terhadap Iran mencerminkan kompleksitas konflik di Timur Tengah. Aliansi dan persekutuan antar kelompok sering kali melampaui batas-batas negara. Solidaritas ini akan terus memengaruhi dinamika politik dan keamanan regional di masa mendatang.