Pemerintah Lamandau Pastikan Stok BBM Aman dan Tetapkan HET Baru

Pemerintah Kabupaten Lamandau membuktikan kehadiran nyata dan ketegasannya dalam melindungi kepentingan masyarakat. Di tengah isu kelangkaan bahan bakar minyak (BBM) yang sempat mencuat akibat panic buying yang dipicu oleh fluktuasi harga global dan nasional, pemerintah daerah bergerak cepat tanpa kenal kompromi untuk memastikan stabilitas energi di Bumi Bahaum Bakuba.

Langkah taktis dan strategis langsung diambil untuk memulihkan ketertiban, menenangkan warga, serta memastikan bahwa distribusi energi berpihak secara adil kepada seluruh lapisan masyarakat hingga ke pelosok desa.

Langkah Taktis Mengatasi Panic Buying

Pemerintah Kabupaten Lamandau tidak tinggal diam. Pemanggilan instan terhadap seluruh pengurus SPBU di Kabupaten Lamandau telah dilakukan guna memastikan bahwa ketersediaan stok BBM dalam kondisi sangat aman. Hasil investigasi menunjukkan bahwa antrean panjang yang sempat terjadi murni disebabkan oleh panic buying akibat kekhawatiran naik turunnya harga, bukan karena kekosongan stok. Pemerintah menjamin pasokan energi mencukupi kebutuhan seluruh warga Lamandau.

Kebijakan Harga Eceran Tertinggi (HET) yang Berkeadilan

Demi mengakhiri spekulasi harga dan melindungi daya beli masyarakat, pemerintah resmi menetapkan Harga Eceran Tertinggi (HET) Pertalite dan Bio Solar per liter di 8 kecamatan yang berlaku efektif mulai 15 Agustus 2026. Penyesuaian ini dirancang secara proporsional untuk menjangkau wilayah terluar.

Kecamatan HET Pertalite (Rp/Liter) Catatan
Belantikan Raya 14.000 - 17.000 Bervariasi per desa, hingga Kahingai dan Tangga Batu
Delang 15.000 Ditetapkan merata
Lamandau 15.000 - 16.000 Disesuaikan hingga Kelurahan Tapin Bini
Batang Kawa 15.000 - 17.000 Untuk wilayah pedalaman
Bulik Timur 14.000 - 16.000 -
Menthobi Raya 15.000 - 17.000 Di seluruh desa binaan
Bulik 13.000 (Nanga Bulik), 15.000 (Desa Tamiang) -
Sematu Jaya 13.000 Stabil

Catatan Khusus: Untuk BBM Bio Solar bersubsidi, kenaikan HET disesuaikan secara transparan berdasarkan selisih antara HET Pertalite dan Harga Patokan Pertalite di SPBU.

Sinergi Aparat Keamanan dan Sistem Barcode

Pemerintah daerah tidak main-main dalam menertibkan distribusi BBM. Operasi penertiban antrean kini dikawal secara ketat oleh sinergi kokoh dari TNI, POLRI, Dinas Perhubungan, dan Satpol-PP. Untuk menutup celah spekulan dan penyalahgunaan, diterapkan aturan ketat: penggunaan barcode yang disesuaikan dengan plat nomor kendaraan, jam operasional SPBU dibuka serentak setiap hari mulai pukul 08.00 WIB hingga 14.00 WIB, serta pemerintah desa diinstruksikan segera menerbitkan Surat Penunjukan Agen Penyaluran BBM di Desa dan bersinergi dengan pihak kecamatan untuk mendata secara akurat kebutuhan riil masyarakat.

Ringkasan HET

Total rentang HET Pertalite di 8 kecamatan adalah dari Rp13.000 hingga Rp17.000 per liter. HET tertinggi berada di Belantikan Raya dan Batang Kawa (Rp17.000), sedangkan HET terendah di Bulik (Nanga Bulik) dan Sematu Jaya (Rp13.000). Dengan langkah-langkah terukur, disiplin, dan berani ini, Pemerintah Kabupaten Lamandau memastikan bahwa energi untuk rakyat dapat diakses secara adil, tertib, dan bebas dari kepanikan. Lamandau kuat, energi berdaulat!