Pasokan Air Bersih PDAM Nanga Bulik Terhenti Sementara

Warga Nanga Bulik, Kabupaten Lamandau, harus bersabar menghadapi gangguan layanan air bersih dari PDAM. Penghentian sementara distribusi air ini dilakukan untuk mengantisipasi potensi dampak terhadap kesehatan masyarakat. Langkah tegas tersebut diambil setelah terjadi penurunan kualitas sumber air baku akibat aktivitas tertentu.

Penyebab Gangguan dan Dampak Bagi Masyarakat

Gangguan pasokan air ini dikaitkan dengan adanya kegiatan nuba adat yang berlangsung di wilayah Desa Bunut. Menurut informasi yang beredar, proses pemulihan dan penghentian distribusi air bersih diperkirakan berlangsung selama dua hingga tiga hari. Kondisi ini membuat warga cemas karena air PDAM merupakan kebutuhan utama untuk kegiatan rumah tangga sehari-hari.

Permohonan Maaf dari Pemerintah Desa Bunut

Penjabat Kepala Desa Bunut, Hartoyo, menyampaikan permohonan maaf terbuka kepada Bupati Lamandau dan seluruh masyarakat Kecamatan Bulik. Ia menjelaskan bahwa tradisi nuba adat tersebut murni dilaksanakan atas kemauan warga setempat. Kegiatan itu digelar tanpa adanya instruksi maupun izin resmi dari pemerintah kabupaten, kecamatan, maupun pihak desa.

Harapan Solusi Cepat dari Pemerintah dan PDAM

Dampak dari peristiwa ini dirasakan cukup luas dan mengganggu pemenuhan kebutuhan dasar masyarakat di Nanga Bulik. Saat ini, warga sangat berharap adanya langkah cepat dari pemerintah daerah dan PDAM untuk mengatasi krisis air tersebut. Pemantauan terus dilakukan guna memastikan ketersediaan air bersih dan kepastian kapan pasokan akan kembali normal.