LAMANDAU, Laman Bicara - Bantuan UMKM Rp9,66 miliar di Kabupaten Lamandau tengah menjadi sorotan publik. Kepala Dinas KUKMPP Lamandau, Penyang, telah beberapa kali dipanggil Polda Kalimantan Tengah untuk dimintai keterangan. Kasus ini memicu pertanyaan: ada apa sebenarnya dengan dana bantuan ini?
- Sorotan Penyaluran Bantuan UMKM
- Klaim Kadis dan Prosedur Penyaluran
- Pertanyaan Publik dan Harapan Transparansi
Sorotan Penyaluran Bantuan UMKM
Penyaluran bantuan tunai bagi pelaku Usaha Mikro Kecil dan Menengah (UMKM) tahun anggaran 2023 di Lamandau terus menjadi perbincangan. Dana sebesar Rp9,66 miliar ini disalurkan kepada 1.932 pelaku UMKM di delapan kecamatan. Namun, alih-alih membantu, dana ini justru berujung pada pemeriksaan aparat hukum.
Pemeriksaan Berulang Kadis KUKMPP
Kadis KUKMPP Lamandau, Penyang, mengaku sudah beberapa kali dimintai keterangan oleh Polda Kalteng. Pemeriksaan dilakukan terkait penyaluran bantuan tunai tersebut. Hal ini tentu menimbulkan tanda tanya besar di kalangan publik.
Klaim Kadis dan Prosedur Penyaluran
Di hadapan publik dan penyidik, Penyang bersikeras tidak ada yang salah dalam penyaluran dana. Ia menegaskan seluruh proses pencairan dilakukan melalui mekanisme administratif yang jelas. Mulai dari penerbitan SK, kepemilikan NIB, verifikasi data, hingga penyaluran melalui rekening pribadi penerima.
Program Pemulihan Ekonomi Pascapandemi
Penyang menyebut program ini merupakan bagian dari upaya percepatan pemulihan ekonomi pascapandemi Covid-19. Setiap pelaku UMKM menerima Rp5 juta sebagai modal atau pengembangan usaha. Namun, fakta bahwa seorang kepala dinas sudah berkali-kali dipanggil polisi tentu bukan hal biasa.
Pertanyaan Publik dan Harapan Transparansi
Publik berhak mendapat penjelasan transparan mengenai kasus bantuan UMKM ini. Apakah ada penerima fiktif? Apakah verifikasi penerima benar-benar ketat? Siapa yang bertanggung jawab jika ditemukan penyimpangan? Ratusan pelaku UMKM di pelosok desa Lamandau layak mendapat kepastian bahwa uang negara benar-benar sampai ke tangan yang tepat.
Laman Bicara akan terus mengawal perkembangan kasus ini. Kepada pihak berwenang: warga Lamandau menunggu kejelasan!