LAMAN BICARA, Nanga Bulik – Masyarakat Kabupaten Lamandau harus meningkatkan kewaspadaan. Ancaman Demam Berdarah Dengue (DBD) semakin nyata dengan lonjakan kasus yang signifikan di rumah sakit setempat. Tren pasien yang terpapar gigitan nyamuk Aedes aegypti meningkat pesat dalam sepekan terakhir.
Daftar Isi
- Lonjakan Kasus DBD di RSUD
- Kecamatan Bulik Jadi Wilayah Rawan
- Fogging Bukan Solusi Utama
- Kenali Gejala dan Lakukan PSN 3M Plus
Lonjakan Kasus DBD di RSUD
Direktur RSUD Gusti Abdul Gani, dr. Mardoni, melaporkan kenaikan jumlah pasien DBD sejak pertengahan Maret. Dalam satu pekan terakhir, tercatat 17 pasien yang memerlukan perawatan medis. Hingga Kamis (26/3), Enam di antaranya masih menjalani perawatan intensif di rumah sakit.
Kondisi ini menunjukkan bahwa ancaman DBD Lamandau tidak bisa dianggap remeh. Masyarakat perlu segera mengambil langkah antisipasi untuk mencegah penyebaran yang lebih luas.
Kecamatan Bulik Jadi Wilayah Rawan
Data Dinas Kesehatan Kabupaten Lamandau memperlihatkan gambaran yang mengkhawatirkan. Sejak awal tahun hingga 24 Maret 2026, total kasus telah mencapai 51 orang. Kecamatan Bulik menjadi zona merah dengan temuan terbanyak, yakni 46 kasus.
Wilayah lain seperti Sematu Jaya dan Lamandau masing-masing mencatat 2 kasus, sementara Batang Kawa 1 kasus. Grafik bulanan menunjukkan tren yang terus naik:
- Januari: 12 kasus
- Februari: 19 kasus
- Maret (hingga medio): 20 kasus
Fogging Bukan Solusi Utama
Merespons kondisi ini, Kepala Bidang P2M Dinas Kesehatan Lamandau, dr. Pippy Yulianti, menegaskan bahwa masyarakat tidak boleh hanya bergantung pada fogging. Pengasapan dinilai bukan senjata utama untuk memutus mata rantai penularan DBD.
"Fogging hanya membunuh nyamuk dewasa, bukan jentiknya," tegas dr. Pippy. Meski akan diprioritaskan di lokasi dengan kasus tinggi, keterbatasan anggaran membuat peran serta masyarakat dalam menjaga kebersihan lingkungan menjadi kunci.
Kenali Gejala dan Lakukan PSN 3M Plus
Cuaca yang tidak menentu, dengan hujan lebat diikuti panas terik, memicu munculnya genangan air. Barang bekas yang tergenang air menjadi sarang ideal bagi jentik nyamuk penyebab DBD.
Gejala yang Perlu Diwaspadai
Pihak kesehatan mengimbau warga segera ke fasilitas kesehatan jika merasakan gejala seperti:
-
Demam tinggi mendadak (2-7 hari).
-
Nyeri kepala hebat dan nyeri di belakang mata.
-
Nyeri otot, sendi, mual, hingga muntah.
-
Munculnya bintik merah, mimisan, atau gusi berdarah.
Pencegahan dengan PSN 3M Plus
Langkah pencegahan paling efektif adalah disiplin menerapkan gerakan PSN 3M Plus. Gerakan ini mencakup Menguras tempat penampungan air, Menutup rapat wadah air, dan Mendaur ulang barang bekas. Ditambah dengan penggunaan kelambu atau cairan penolak nyamuk saat tidur.
Dengan menjaga kebersihan lingkungan, kita dapat mencegah nyamuk DBD berkembang biak di sekitar rumah. Mari bersama-sama waspada dan ambil tindakan untuk melindungi keluarga dari ancaman DBD Lamandau.