JAKARTA, LAMANBICARA.COM. Presiden Prabowo Subianto menyatakan bahwa Indonesia kini sangat dihormati di luar negeri, dengan banyak negara meminta bantuan. Dalam pidatonya di Sidang Paripurna DPR RI, ia memaparkan target ekonomi makro untuk RAPBN 2027, yang mencakup pertumbuhan ekonomi hingga 6,5%.

Prabowo Dihormati Luar Negeri: Indonesia Target Ekonomi 2027

Presiden Prabowo Subianto dalam pidatonya di Paripurna ke-19 DPR, Rabu (20/5), menyatakan bahwa Indonesia diprediksi menjadi kekuatan ekonomi keempat dunia pada 2045. Hal ini membuat Prabowo dihormati luar negeri saat kunjungan diplomatik. "Saya kalau ke luar negeri sebagai presiden Indonesia, saya sangat dihormati sekarang. Sangat dihormati. Bahkan mereka sekarang banyak minta bantuan ke kita," ujar Prabowo.

Menurut Prabowo, banyak negara seperti Australia, India, dan Brazil meminta bantuan pupuk karena produksi dalam negeri surplus. Ia mengajak semua pihak untuk lebih percaya diri dan menghadapi kekurangan bersama-sama. "Ini jangan membuat kita sombong, tapi ini membuat kita harus lebih percaya diri," katanya.

Kerangka Ekonomi Makro dan Pokok-Pokok Kebijakan Fiskal (KEMPPKF) RAPBN 2027

Dalam pidatonya, Prabowo memaparkan target ekonomi untuk tahun 2027, termasuk pertumbuhan ekonomi 5,8% hingga 6,5%, inflasi 1,5% hingga 3,5%, dan nilai tukar rupiah di kisaran Rp16.800 hingga Rp17.500 per dolar AS. Berikut data lengkap target ekonomi yang disampaikan:

Indikator Target (2027)
Pertumbuhan Ekonomi 5,8% - 6,5%
Inflasi 1,5% - 3,5%
Nilai Tukar Rupiah (per USD) Rp16.800 - Rp17.500
Pendapatan Negara (% dari PDB) 11,82% - 12,40%
Belanja Negara (% dari PDB) 13,62% - 14,80%
Defisit (% dari PDB) 1,8% - 2,4%

Ringkasan: Target pertumbuhan ekonomi tertinggi 6,5%, terendah 5,8%. Inflasi tertinggi 3,5%, terendah 1,5%. Nilai tukar tertinggi Rp17.500, terendah Rp16.800. Pendapatan negara tertinggi 12,40%, terendah 11,82%. Belanja negara tertinggi 14,80%, terendah 13,62%. Defisit tertinggi 2,4%, terendah 1,8%.

Prabowo menekankan pentingnya strategi fiskal dan moneter yang stabil. "Kita akan berjuang terus untuk menekan dan memperkecil defisit," tambahnya. Ini pertama kali presiden memaparkan KEMPPKF RAPBN di depan DPR, di tengah gejolak nilai tukar rupiah dan penurunan IHSG.