JAKARTA, LAMANBICARA.COM. Grab Indonesia memutuskan untuk menutup program Langganan Akses Hemat untuk layanan GrabBike. Keputusan ini diambil setelah Gojek sebelumnya menghentikan program serupa. Langkah ini diambil untuk menciptakan ekosistem yang berkelanjutan bagi seluruh pihak.
Grab Hapus Program Langganan Hemat, Ikuti Langkah Gojek
Grab Indonesia memutuskan untuk menutup program Langganan Akses Hemat untuk layanan GrabBike. Keputusan ini diambil setelah Gojek sebelumnya menghentikan program serupa. Langkah ini diambil untuk menciptakan ekosistem yang berkelanjutan bagi seluruh pihak.
Neneng Goenadi, CEO Grab Indonesia, menyatakan bahwa penutupan dilakukan karena diperlukan penyesuaian yang lebih baik. Meski demikian, GrabBike Hemat masih tersedia dengan penyesuaian biaya yang tetap mengutamakan keterjangkauan. Untuk layanan GrabBike Standard, tidak ada kenaikan harga.
Data Program Langganan yang Dihapus
Berikut adalah data terkait program langganan yang dihapus oleh Grab dan Gojek:
| Perusahaan | Program | Status | Keterangan |
|---|---|---|---|
| Grab Indonesia | Langganan Akses Hemat (GrabBike) | Ditutup | Penyesuaian biaya untuk GrabBike Hemat |
| Gojek (GoTo) | GoRide Hemat | Ditutup | Diumumkan oleh CEO Hans Patuwo |
Ringkasan: Kedua perusahaan telah menutup program langganan hemat. Tidak ada data numerik lebih lanjut terkait biaya atau jumlah pengguna.
Dampak dan Kebijakan Baru
Grab memastikan terus menjaga pendapatan mitra di tengah dinamika industri. Perusahaan menjalankan program BPJS Ketenagakerjaan dengan menanggung iuran bagi mitra berprestasi. Selain itu, ada asuransi kecelakaan, beasiswa untuk anak mitra, dan tunjangan BHR.
Kebijakan ini terkait dengan Perpres Ojol (Peraturan Presiden No. 27 Tahun 2026) yang mewajibkan platform memangkas komisi aplikator menjadi 8%. Grab menyatakan akan terus berkoordinasi dengan pemerintah.